PROFILE “RUMAH SAKIT JIWA SONG” :
Single “Rumah Sakit Jiwa” adalah single kedua yang diciptakan oleh Prima Trisna Aji salah satu pekerja seni asli dari Solo setelah single yang pertama yang berjudul “Tetaplah berdiri” dikeluarkan yang sudah rilis launching tanggal 02 October 2011 di Solo, di awal tahun baru 2012 ini Prima kembali meluncurkan single kedua yang berjudul “Rumah Sakit Jiwa”. Disini sang pencipta kembali menciptakan lagu dengan ciri khas ‘easy listening’ music dengan lagu bertema percintaan yang menyorot tentang kisah nyata percintaan dikehidupan masyarakat sekitar. Lagu yang berjudul “Rumah Sakit Jiwa” ini menceritakan tentang seseorang laki-laki yang jatuh hati dengan seorang wanita pada pandangan pertama karena kesederhanaan apa adanya dari seorang wanita tersebut. Banyak kesan mistik yang ada didalam lagu ini, banyak yang mengatakan bahwa lagu yang berjudul “Rumah Sakit Jiwa” ini adalah lagu berdasarkan kisah nyata dari sang pencipta dari sang tokoh yang sakit jiwa kemudian meninggal dengan cara gantung diri karena cinta, tapi hanya yang membuat lagu inilah yang tahu dan saat ini masih menjadi misteri siapakah sebenarnya inspirasi didalam lagu tersebut. Konon ada yang bilang bahwa lagu ini dibuat ketika seseorang mengalami sakit jiwa di Rumah Sakit Jiwa karena wanita dan kemudian bunuh diri dengan cara gantung diri, ada juga yang bilang bahwa lagu ini adalah cerita kisah nyata cinta mahasiswa praktek Coass yang jatuh hati dengan praktikan lain sewaktu praktek di Rumah Sakit Jiwa Surakarta. Tapi semua itu sampai sekarang masih menjadi misteri s’lalu. Kalau orang yang baru membaca judul lagu “Rumah Sakit Jiwa” ini mungkin masih bertanya-tanya apakah cerita isi dari lagu tersebut tetapi apabila lagu tersebut didengarkan sampai selesai baru di ending lagu tersebut penikmat lagu akan mengetahui apa isi dari lagu tersebut secara holistik.
Di dalam pembuatan single ini semua yang terlibat adalah musisi asli Solo karena dilagu ini pencipta ingin menonjolkan ciri khas kebudayaan music asli solo kepada masyarakat sekitarnya tentang keramahan budaya asli solo seperti yang diutarakan walikota Solo Ir. Joko Widodo bahwa Solo adalah kota budaya yang terkenal dengan keramahannya, sedangkan lokasi yang menjadi sumber inspirasi juga lokasinya masih di daerah Surakarta yaitu Rumah Sakit Jiwa Daerah Surakarta. Musisi yang ikut terlibat dalam penggarapan single kedua ini adalah musisi asli Solo antara lain Gitaris dari Utara band solo yaitu Syaiful Usman atau biasa disebut “Ipole Utara” yang banyak membantu pengerjaan aransemen dan musikalitas didalam lagu ini. Sedangkan posisi string dan piano lagu ini diisi bersama-sama Ipole utara dan Prima Trisna Aji dalam arah aransemen musikalitas piano tersebut. Di dalam formasi vocal lagu “Rumah Sakit Jiwa” diisi “Angi Prameswari” salah satu Mahasiswi Coass Fakultas Kedokteran UNS Solo yang juga aktif dalam bidang tarik suara dan paduan suara di Universitas Sebelas Maret Surakarta, dengan materi suara yang ‘easy listening’ dan suara yang melo membuat lagu ini semakin terasa arwahnya pada waktu reff. Sedangkan dalam formasi backing vocal diisi oleh “Prima Trisna Aji” di dalam lagu Rumah Sakit Jiwa ini.
Label untuk distribusi single “Rumah Sakit Jiwa” ini dinaungi dibawah label baru indie asli Solo yaitu PT. PANDAWA LIMA RECORD yang berkantor di sekretariat Samping Universitas Sebelas Maret Surakarta, serta untuk project officer di manage oleh “Sheila Gank Solo Pandawa lima” salah satu komunitas fans resmi Sheila On 7 didaerah eks-Karisedenan Surakarta yang ikut andil dalam promo dengan partner link dengan Sheila Gank yang berada diseluruh Indonesia. Single ini akan di rilis resmi pada akhir tahun 2012 bertepatan juga dengan rilis full album yang berisikan 11 lagu baru yang bermaterikan 10 lagu baru dan 1 lagu “Tetaplah berdiri” versi acoustik. Di dalam full album nanti format akan tetap sama dengan single yang pertama yang berjudul “Tetaplah berdiri”, yaitu penjualan full album nanti keuntungannya akan disumbangkan untuk kemanusiaan secara spesifik sesuai dengan visi dan misi didalam lagu ini bahwa “Kita Untuk Mereka”.
Rencananya single “Rumah Sakit Jiwa” ini akan dijadikan soundtrack film indie perjalanan cinta anak-anak Sheila Gank Solo Pandawa Lima selama 6 tahun berdiri yang juga akan digarap secara indie dengan sutradara alumni ISI Surakarta yaitu “Rineksan Probo Gumelar”. Sedangkan dalam pembuatan video clip “Rumah Sakit Jiwa” rencananya akan dilakukan dalam waktu dekat dengan bertemakan lokasi di sebuah Rumah Sakit di wilayah Surakarta yang semua bintang dan model adalah dari anak-anak Sheila Gank Solo Pandawa Lima sendiri dengan mengangkat tema dan budaya asli Solo tapi masih tidak jauh berkutat dengan tema percintaan.
Visi : Menjalin ikatan persaudaraan dan bisa berbagi terhadap sesama yang membutuhkan
melalui music.
Misi : Bisa memberikan semangat kepada sesama yang sedang tertimba musibah, saling
menghargai, saling menyayangi, saling menghormati serta saling menolong dan peduli terhadap sesama. “Kita Untuk Mereka” dan “Untukmu Negeri”.
Laura yang berarti ( selembut daun ) dengan kelembutan yang akan menjadikan semua orang merindukan kehadiran Laura,
Daun adalah wujud kehidupan alami yang dapat dinikmati dan dimiliki oleh semua mahluk (tak pernah memandang kasta apapun) Daun adalah lambang kehidupan alami….
Laura Band Pexal berharap dapat memberikan karyanya untuk semua pecinta musik diseluruh penjuru dunia dari segala strata kehidupan manusia yang ada.
Laura lambang keindahan yang diibaratkan dedaunan yang semua dapat memilikinya…
Latar Belakang berdirinya Laura Band Pekalongan :
Band ini berdiri pada tanggal 3 Januari 2011 berawal dari salah satu personilnya Choteamz Lr.(pemegang keyboad) mencipta sebuah lagu “Mutiara Hilang”. yang rencananya dijadikan single andalan di single album perdananya “Mutiara Hilang” (sebagai judul single albumnya)… berhasil di rilis dalam waktu relatif singkat…. dengan mengajak Agus Nurul Wijayanto yang terkenal dengan sebutan “Rombenk” (panggilan akrab dari teman-temannya) sang vocalist yang sudah berhasil meraih tiga kali the best vocal di kota Pekalongan mewakili Band sekolahnya ( MAN 2 Pekalongan ). dan dibantu oleh Day Lr. sang gitaris yang selalu setia menemani sang Keyboard dari semenjak band lamanya yang sekian lama berhenti semenjak kepergian Muhzein alm. ( sang Drummer ),Anik Septiana ( vocalist ) masuk dalam perpaduan kolaborasi single Mutiara Hilang di posisi backing vocal. dan akhirnya Dari berempat ini ingin kembali membentuk sebuah Grub Band yang semula berawal dari berempat berusaha merekrut personil lagi tapi sang Keyboard yang sudah gak sabar untuk bisa merilis dari salah satu lagunya “Mutiara Hilang” agar bisa segera di take recording dan akhirnya dari berempat bersepakat untuk meminta bantuan kepada slah satu Personil Notku Band (salah satu Band dari Pekalongan yang sudah masuk lebel) Jangky Dosath (Drumer),karna dari berempat tak satupun yang menguasai alat ritmis tersebut,. dan selanjutnya waktu terus berjalan dan akhirnya Laura telah memiliki personil yang lengkap.
Personil Laura Band Pekalongan :
Choteamz Lr. ( Khotimul Ihsan ) di posisi Keyboard (syntesizer)
Day Lr. ( Ahmad Hidayat ) di posisi Guitar
Rombenks Lr. ( Agus Nurul Wijayanto ) di posisi Vocal
Ni Nyoman Lr. ( Anik Septiana ) di posisi Vocal
Chemux’s Lr. ( Muayadi/chemux’s Adfa Cell ) di posisi Bass
Dapan Lr. ( Irfan Munawar Chaniago ) di posisi Drum
Tazul Andrea Lr. di posisi Guitar
Single Album “Mutiara Hilang”
1.Mutiara Hilang ( Download di sini )
2.Butiran Cinta ( Download di sini )
3.Saat Kumenangis ( Download di sini )
4.Getaran Hati ( Download di sini )
5.Demi Cinta ( Download di sini )
6.Sebuah KIsah yang Tak Pernah Berakhir ( Download di sini )
PROFILE “RUMAH SAKIT JIWA SONG” :
Single “Rumah Sakit Jiwa” adalah single kedua yang diciptakan oleh Prima Trisna Aji salah satu pekerja seni asli dari Solo setelah single yang pertama yang berjudul “Tetaplah berdiri” dikeluarkan yang sudah rilis launching tanggal 02 October 2011 di Solo, di awal tahun baru 2012 ini Prima kembali meluncurkan single kedua yang berjudul “Rumah Sakit Jiwa”. Disini sang pencipta kembali menciptakan lagu dengan ciri khas ‘easy listening’ music dengan lagu bertema percintaan yang menyorot tentang kisah nyata percintaan dikehidupan masyarakat sekitar. Lagu yang berjudul “Rumah Sakit Jiwa” ini menceritakan tentang seseorang laki-laki yang jatuh hati dengan seorang wanita pada pandangan pertama karena kesederhanaan apa adanya dari seorang wanita tersebut. Banyak kesan mistik yang ada didalam lagu ini, banyak yang mengatakan bahwa lagu yang berjudul “Rumah Sakit Jiwa” ini adalah lagu berdasarkan kisah nyata dari sang pencipta dari sang tokoh yang sakit jiwa kemudian meninggal dengan cara gantung diri karena cinta, tapi hanya yang membuat lagu inilah yang tahu dan saat ini masih menjadi misteri siapakah sebenarnya inspirasi didalam lagu tersebut. Konon ada yang bilang bahwa lagu ini dibuat ketika seseorang mengalami sakit jiwa di Rumah Sakit Jiwa karena wanita dan kemudian bunuh diri dengan cara gantung diri, ada juga yang bilang bahwa lagu ini adalah cerita kisah nyata cinta mahasiswa praktek Coass yang jatuh hati dengan praktikan lain sewaktu praktek di Rumah Sakit Jiwa Surakarta. Tapi semua itu sampai sekarang masih menjadi misteri s’lalu. Kalau orang yang baru membaca judul lagu “Rumah Sakit Jiwa” ini mungkin masih bertanya-tanya apakah cerita isi dari lagu tersebut tetapi apabila lagu tersebut didengarkan sampai selesai baru di ending lagu tersebut penikmat lagu akan mengetahui apa isi dari lagu tersebut secara holistik.
Di dalam pembuatan single ini semua yang terlibat adalah musisi asli Solo karena dilagu ini pencipta ingin menonjolkan ciri khas kebudayaan music asli solo kepada masyarakat sekitarnya tentang keramahan budaya asli solo seperti yang diutarakan walikota Solo Ir. Joko Widodo bahwa Solo adalah kota budaya yang terkenal dengan keramahannya, sedangkan lokasi yang menjadi sumber inspirasi juga lokasinya masih di daerah Surakarta yaitu Rumah Sakit Jiwa Daerah Surakarta. Musisi yang ikut terlibat dalam penggarapan single kedua ini adalah musisi asli Solo antara lain Gitaris dari Utara band solo yaitu Syaiful Usman atau biasa disebut “Ipole Utara” yang banyak membantu pengerjaan aransemen dan musikalitas didalam lagu ini. Sedangkan posisi string dan piano lagu ini diisi bersama-sama Ipole utara dan Prima Trisna Aji dalam arah aransemen musikalitas piano tersebut. Di dalam formasi vocal lagu “Rumah Sakit Jiwa” diisi “Angi Prameswari” salah satu Mahasiswi Coass Fakultas Kedokteran UNS Solo yang juga aktif dalam bidang tarik suara dan paduan suara di Universitas Sebelas Maret Surakarta, dengan materi suara yang ‘easy listening’ dan suara yang melo membuat lagu ini semakin terasa arwahnya pada waktu reff. Sedangkan dalam formasi backing vocal diisi oleh “Prima Trisna Aji” di dalam lagu Rumah Sakit Jiwa ini.
Label untuk distribusi single “Rumah Sakit Jiwa” ini dinaungi dibawah label baru indie asli Solo yaitu PT. PANDAWA LIMA RECORD yang berkantor di sekretariat Samping Universitas Sebelas Maret Surakarta, serta untuk project officer di manage oleh “Sheila Gank Solo Pandawa lima” salah satu komunitas fans resmi Sheila On 7 didaerah eks-Karisedenan Surakarta yang ikut andil dalam promo dengan partner link dengan Sheila Gank yang berada diseluruh Indonesia. Single ini akan di rilis resmi pada akhir tahun 2012 bertepatan juga dengan rilis full album yang berisikan 11 lagu baru yang bermaterikan 10 lagu baru dan 1 lagu “Tetaplah berdiri” versi acoustik. Di dalam full album nanti format akan tetap sama dengan single yang pertama yang berjudul “Tetaplah berdiri”, yaitu penjualan full album nanti keuntungannya akan disumbangkan untuk kemanusiaan secara spesifik sesuai dengan visi dan misi didalam lagu ini bahwa “Kita Untuk Mereka”.
Rencananya single “Rumah Sakit Jiwa” ini akan dijadikan soundtrack film indie perjalanan cinta anak-anak Sheila Gank Solo Pandawa Lima selama 6 tahun berdiri yang juga akan digarap secara indie dengan sutradara alumni ISI Surakarta yaitu “Rineksan Probo Gumelar”. Sedangkan dalam pembuatan video clip “Rumah Sakit Jiwa” rencananya akan dilakukan dalam waktu dekat dengan bertemakan lokasi di sebuah Rumah Sakit di wilayah Surakarta yang semua bintang dan model adalah dari anak-anak Sheila Gank Solo Pandawa Lima sendiri dengan mengangkat tema dan budaya asli Solo tapi masih tidak jauh berkutat dengan tema percintaan.
Visi : Menjalin ikatan persaudaraan dan bisa berbagi terhadap sesama yang membutuhkan
melalui music.
Misi : Bisa memberikan semangat kepada sesama yang sedang tertimba musibah, saling
menghargai, saling menyayangi, saling menghormati serta saling menolong dan peduli terhadap sesama. “Kita Untuk Mereka” dan “Untukmu Negeri”.
Profil Singkat Laura Band Pekalongan
Tentang Laura :
Laura yang berarti ( selembut daun ) dengan kelembutan yang akan menjadikan semua orang merindukan kehadiran Laura,
Daun adalah wujud kehidupan alami yang dapat dinikmati dan dimiliki oleh semua mahluk (tak pernah memandang kasta apapun) Daun adalah lambang kehidupan alami….
Laura Band Pexal berharap dapat memberikan karyanya untuk semua pecinta musik diseluruh penjuru dunia dari segala strata kehidupan manusia yang ada.
Laura lambang keindahan yang diibaratkan dedaunan yang semua dapat memilikinya…
Latar Belakang berdirinya Laura Band Pekalongan :
Band ini berdiri pada tanggal 3 Januari 2011 berawal dari salah satu personilnya Choteamz Lr.(pemegang keyboad) mencipta sebuah lagu “Mutiara Hilang”. yang rencananya dijadikan single andalan di single album perdananya “Mutiara Hilang” (sebagai judul single albumnya)… berhasil di rilis dalam waktu relatif singkat…. dengan mengajak Agus Nurul Wijayanto yang terkenal dengan sebutan “Rombenk” (panggilan akrab dari teman-temannya) sang vocalist yang sudah berhasil meraih tiga kali the best vocal di kota Pekalongan mewakili Band sekolahnya ( MAN 2 Pekalongan ). dan dibantu oleh Day Lr. sang gitaris yang selalu setia menemani sang Keyboard dari semenjak band lamanya yang sekian lama berhenti semenjak kepergian Muhzein alm. ( sang Drummer ),Anik Septiana ( vocalist ) masuk dalam perpaduan kolaborasi single Mutiara Hilang di posisi backing vocal. dan akhirnya Dari berempat ini ingin kembali membentuk sebuah Grub Band yang semula berawal dari berempat berusaha merekrut personil lagi tapi sang Keyboard yang sudah gak sabar untuk bisa merilis dari salah satu lagunya “Mutiara Hilang” agar bisa segera di take recording dan akhirnya dari berempat bersepakat untuk meminta bantuan kepada slah satu Personil Notku Band (salah satu Band dari Pekalongan yang sudah masuk lebel) Jangky Dosath (Drumer),karna dari berempat tak satupun yang menguasai alat ritmis tersebut,. dan selanjutnya waktu terus berjalan dan akhirnya Laura telah memiliki personil yang lengkap.
Personil Laura Band Pekalongan :
Choteamz Lr. ( Khotimul Ihsan ) di posisi Keyboard (syntesizer)
Day Lr. ( Ahmad Hidayat ) di posisi Guitar
Rombenks Lr. ( Agus Nurul Wijayanto ) di posisi Vocal
Ni Nyoman Lr. ( Anik Septiana ) di posisi Vocal
Chemux’s Lr. ( Muayadi/chemux’s Adfa Cell ) di posisi Bass
Dapan Lr. ( Irfan Munawar Chaniago ) di posisi Drum
Tazul Andrea Lr. di posisi Guitar
Single Album “Mutiara Hilang”
1.Mutiara Hilang ( Download di sini )
2.Butiran Cinta ( Download di sini )
3.Saat Kumenangis ( Download di sini )
4.Getaran Hati ( Download di sini )
5.Demi Cinta ( Download di sini )
6.Sebuah KIsah yang Tak Pernah Berakhir ( Download di sini )
7.Suara Hati ( Download di sini )
8.Maaf ( Download di sini )
9.Kuinginkan Dirinya ( Download di sini )
kunjungi http://www.laurabandpexal.blogspot.com
Artist., Harri Korjus
All songs * Composer: Harri Korjus
Copyright
saya Band indie yang ingin membrikan / menunjukan pada masyarakat luas , bahwa musik saya . seperti ini. saya ingin sukses..